Program Sarjana

            Program Sarjana STT GKE Program Studi Teologi (Prodi Teologi) melaksanakan pendidikan teologi bagi calon-calon pendeta dan pendeta. Program Sarjana Prodi Teologi berkomitmen mencapai visi dan misi STT GKE untuk menjawab kebutuhan pelayanan gereja yang beraneka ragam secara kontekstual, kreatif, transformatif dan mandiri. Oleh karena itu, proses belajar-mengajar diharapkan berlangsung dalam suasana dan semangat pembentukan watak kepelayanan gereja umumnya dan kependetaan pada khususnya.

Untuk memperlancar proses belajar-mengajar tersebut, STT GKE secara berkelanjutan merevisi pedoman pendidikan termasuk kurikulum yang sudah diterapkan sejak dibukanya Prodi Teologi pada tahun 1986. Pada tahun 2019 ini, Pedoman Pendidikan Program Sarjana mengalami perubahan dan penyempurnaan yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan UU Pendidikan Nasional No. 44 Tahun 2015 dan Peraturan Kementerian Agama RI Tahun 2011. Pedoman ini juga disusun dan dikembangkan berdasarkan Statuta STT GKE dan Peraturan Standar Pendidikan Program Sarjana STT GKE serta memperhatikan konteks pelayanan gereja dan masyarakat khususnya di Kalimantan, seraya tetap menempatkan Alkitab sebagai Firman Allah untuk menjadi sumber utama teologi dan sumber inspirasi bagi ragam metode belajar mengajar.

VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN PROGRAM SARJANA
(Program Studi Teologi)

            Program Sarjana saat ini membuka dan mengembangkan satu Prodi yaitu Teologi, maka visi, misi, tujuan dan sasaran Program Sarjana juga menjadi visi, misi, tujuan, dan sasaran Prodi Teologi.

Visi

Program Sarjana (Prodi Teologi) STT GKE menjadi pusat pengembangan teologi ekumenis dan kontekstual di Kalimantan dan menjadi wadah pendidikan tenaga kependetaan yang berkualitas.

Misi

  • Menyelenggarakan pendidikan teologi yang bermutu.
  • Menyelenggarakan penelitian teologi dan sosial dalam konteks Kalimantan.
  • Melaksanakan pengabdian masyarakat dalam bidang sosial, ekologi, ekonomi, budaya, politik, dan penatalayanan kegerejaan.
  • Melakukan pembinaan perilaku cendikia, kepribadian yang otentik, dan kedewasaan spiritual.
  • Mempersiapkan calon pendeta yang berkualitas.

Tujuan

  • Menghasilkan Sarjana Teologi yang cerdas, kreatif, proaktif, berintegritas, dan dewasa secara spiritual.
  • Menghasilkan lulusan yang mampu melakukan penelitian ilmiahterhadap kondisi dan kebutuhan-kebutuhan jemaat.
  • Menghasilkan figur-figur pemimpin gerejawi yang mandiri, setia melayani, dan memiliki pengetahuan yang aplikatif.
  • Menghasilkan pemimpin berprilaku adil bagi masyarakat dengan berbagai perbedaan dan bagi seluruh ciptaan.

Sasaran

Mewujudkan tenaga-tenaga Pelayan Gereja berjiwa melayani yang memiliki integritas, kompetensi dan dedikasi.



 DASAR PEMIKIRAN PRODI TEOLOGI

            Dasar Pemikiran displin keilmuan Prodi Teologi terdiri atas:

2. Teologi sebagai ilmu:

  • Pendekatan keilmuan yang bersifat terbuka, artinya pembatasan umur, aliran gereja, identitas seksual, dan status pernikahan bukanlah menjadi pertimbangan untuk menerima mahasiswa.
  • Pendidikan yang bersifat terbuka ini berarti mendidik orang-orang yang terpanggil untuk melayani Tuhan dan manusia melalui lembaga yang ada dalam masyarakat baik bersifat gerejawi maupun non-gerejawi.

2. Metode pendidikan dilaksanakan dengan kreatif dan dinamis dengan memperhatikan:

  • Tingkat kemampuan mahasiswa untuk menerima dan menangkap pengajaran. Dosen sebagai sumber ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Tingkat kemandirian mahasiswa untuk mencari jawaban dan membuat tugas. Dalam hal ini perlu disadari bahwa dosen sebagai fasilitator dan pendamping mahasiswa.
  • Tingkat kemampuan analisa mahasiswa untuk berpikir kreatif, dinamis, dan berbeda secara bertanggung jawab.
  • Tingkat aplikasi dan refleksi mahasiswa terhadap ilmu yang tampak dalam keterlibatan dalam kehidupan berjemaat dan bermasyarakat.

Berdasarkan pemikiran tersebut maka dosen sebaiknya menerapkan berbagai metode pengajaran seperti ceramah, seminar, lokakarya, diskusi, laporan buku, diskusi kelompok, simulasi, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran penggunaan teknologi (powerpoint, video), penelitian, live in,  PPL, study kasus, stimulant/roll play dan intensive course.

3. Kurikulum disusun dengan Satuan Kredit Semester (SKS) yang secara proporsional dan logis berdasarkan dua kategori yaitu mata kuliah nasional dan lokal.

 

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

  1. Kualifikasi Standar Kompetensi Lulusan: Pengetahuan, Sikap, dan Ketrampilan
  • Standar kompetensi lulusan merupakan kriteria minimal tentang kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran lulusan.
  • Standar kompetensi lulusan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran, standar penilaian pembelajaran, standar dosen dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana pembelajaran, standar pengelolaan pembelajaran, dan standar pembiayaan pembelajaran.
  • Pengetahuan sebagaimana dimaksud dalam point a merupakan penguasaan konsep, teori, metode, dan/atau falsafah bidang ilmu tertentu secara sistematis yang diperoleh melalui penalaran dalam proses pembelajaran, pengalaman pelayanan mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran.
  • Kompetensi kelulusan pengetahuan mahasiswa diukur dengan indek prestasi dan jumlah SKS yang diperoleh pada setiap yudisium semester dan yudisium kelulusan.
  • Sikap sebagaimana dimaksud dalam point a merupakan perilaku benar dan berbudaya sebagai hasil dari internalisasi dan aktualisasi nilai dan norma yang tercermin dalam kehidupan spiritual dan sosial melalui proses pembelajaran, pergaulan sosial di masyarakat, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran.
  • Kompetensi kelulusan sikap mahasiswa selama pendidikan di STT GKE diukur dari keaktifan beribadah, partisipasi dalam pembentukan spiritualitas, ketaatan pada peraturan STT GKE, dan pelaksanaan Kode Etik Mahasiswa.
  • Keterampilan sebagaimana dimaksud dalam point a merupakan kemampuan melakukan unjuk kerja dan pelayanan dengan menggunakan konsep, teori, metode, bahan, dan/atau instrumen, yang diperoleh melalui pembelajaran, pengalaman pelayanan mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran.
  • Kompentensi kelulusan ketrampilan diukur dari berbagai praktik pada mata kuliah tertentu dan praktik pelayanan lapangan di jemaat dan lembaga. 

2. Kompetensi Dasar, Utama, dan Pendukung

Kompetensi Dasar:

  • Lulusan memahami dan mengenal Alkitab.
  • Lulusan memiliki spiritualitas, moral dan kepribadian yang baik.
  • Lulusan berdedikasi dan mampu melayani beragam tantangan.
  • Lulusan memahami konteks dan medan pelayanan.
  • Lulusan memiliki kemampuan bekerjasama dalam pelayanan.

Kompetensi Utama:

  • Lulusan memiliki jiwa melayani dan kemampuan pelayanan kependetaan.
  • Lulusan memiliki kemampuan mengenal kompleksitas gereja dan memanfaatkannya bagi pertumbuhan jemaat.
  • Lulusan memiliki kemampuan mengembangkan layanan gereja dan masyarakat.

Kompetensi Pendukung:

  • Lulusan memiliki citra hidup saleh dan spiritual ditengah jemaat dan masyarakat.
  • Lulusan mampu memimpin jemaat, mengembangkan layanan masyarakat plural dan memelihara semua ciptaan dengan adil.
  • Lulusan mampu menjadi motivator pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.
  • Lulusan memiliki ketrampilan komunikasi dan managerial dalam mengelola jemaat.